- Diposting oleh : Admin
- pada tanggal : Minggu, Juli 19, 2026
Banyak anak semangat belajar di TPQ tetapi kurang rajin mengaji di rumah. Ketahui penyebabnya, pentingnya peran orang tua, serta cara membangun kebiasaan mengaji yang konsisten di rumah.
Pernahkah Ayah dan Bunda mengalami hal ini?
Di TPQ, anak terlihat aktif, disiplin, bahkan cepat menghafal. Namun, ketika berada di rumah dan diminta membuka Al-Qur'an, justru muncul berbagai alasan. Ada yang ingin bermain, menonton televisi, atau lebih sibuk dengan gawai.
Mengapa anak lancar di TPQ tetapi kurang semangat mengaji di rumah?
Jawabannya bukan semata-mata karena anak malas. Dalam banyak kasus, perbedaannya terletak pada suasana belajar, perhatian orang tua, serta kesinambungan pendidikan antara TPQ dan keluarga.
Padahal, keberhasilan pendidikan Al-Qur'an tidak hanya ditentukan oleh guru di TPQ, tetapi juga oleh lingkungan rumah yang mendukung tumbuhnya kecintaan kepada Al-Qur'an.
Penyebab Anak Semangat di TPQ tetapi Kurang Rajin Mengaji di Rumah
1. Suasana Belajar di TPQ Lebih Kondusif
Di TPQ, anak belajar bersama teman-temannya, dipandu guru yang membimbing dengan sabar, serta memiliki jadwal belajar yang teratur.
Sementara di rumah, suasananya sering kali berbeda. Televisi menyala, gawai mudah dijangkau, atau tidak ada waktu khusus untuk murojaah. Akibatnya, semangat belajar yang muncul di TPQ tidak selalu terbawa hingga ke rumah.
Karena itu, orang tua perlu menghadirkan suasana yang nyaman dan tenang agar anak merasa bahwa rumah juga merupakan tempat terbaik untuk belajar Al-Qur'an.
2. Anak Lebih Membutuhkan Pendampingan daripada Perintah
Banyak orang tua terbiasa berkata:
"Ayo ngaji dulu!"
Kalimat tersebut memang baik. Namun, dampaknya akan jauh lebih besar apabila orang tua ikut duduk di samping anak, mendengarkan bacaannya, atau membaca Al-Qur'an bersama.
Anak belajar melalui contoh yang ia lihat setiap hari.
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِLatin:
Kullukum rā'in wa kullukum mas'ūlun 'an ra'iyyatih.Artinya:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
Referensi: Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam; Shahih Muslim, Kitab Al-Imarah.
Derajat Hadis: Shahih (Muttafaq 'Alaih).
Hadis ini mengingatkan bahwa pendidikan agama anak merupakan amanah utama orang tua.
3. Rumah adalah Madrasah Pertama bagi Anak
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًاLatin:
Yā ayyuhallażīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nārā.Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)
Para ulama menjelaskan bahwa menjaga keluarga termasuk dengan mengajarkan iman, adab, dan ilmu agama kepada mereka. Di antaranya melalui pembiasaan membaca Al-Qur'an di rumah.
Referensi:
Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir QS. At-Tahrim ayat 6.
Tafsir Jalalain, QS. At-Tahrim ayat 6.
Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga merupakan kewajiban setiap keluarga Muslim.
10 Menit Bersama Al-Qur'an di Rumah
Pentingnya Sinergi antara TPQ dan Keluarga
Guru TPQ memiliki peran besar dalam mengajarkan tajwid, memperbaiki bacaan, dan menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an.
Namun, waktu belajar di TPQ biasanya hanya beberapa jam dalam seminggu.
Di sinilah peran keluarga menjadi sangat penting.
Ketika pelajaran yang diperoleh di TPQ diulang kembali di rumah, kemampuan membaca Al-Qur'an akan berkembang lebih cepat. Sebaliknya, tanpa pengulangan, anak akan lebih mudah lupa dan kehilangan semangat belajar.
TPQ dan keluarga bukanlah dua lembaga yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dua pilar yang saling menguatkan dalam membentuk generasi Qur'ani.
Cara Agar Anak Rajin Mengaji di Rumah
- Tetapkan jadwal mengaji yang sama setiap hari.
- Dampingi anak selama 10–15 menit untuk murojaah.
- Berikan pujian atas usaha, bukan hanya hasil.
- Kurangi distraksi seperti televisi dan gawai saat waktu mengaji.
- Bangun komunikasi dengan guru TPQ agar target belajar di rumah selaras dengan pembelajaran di kelas.
- Jadilah teladan dengan membiasakan membaca Al-Qur'an di hadapan anak.
Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi yang panjang.
FAQ Seputar Anak Mengaji di Rumah
Penutup
Keberhasilan pendidikan Al-Qur'an bukan hanya diukur dari seberapa lancar anak membaca saat berada di TPQ, tetapi juga dari sejauh mana kebiasaan tersebut tumbuh di rumah.
Ketika guru TPQ membimbing dan orang tua melanjutkan pembiasaan, insya Allah anak tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an, tetapi juga mencintainya sepanjang hidup.
Semoga Allah menjadikan rumah-rumah kita dipenuhi cahaya Al-Qur'an, menghadirkan ketenangan, dan melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta senantiasa dekat dengan kitab-Nya. Āmīn.
Bagikan Pengalaman Anda
Apakah anak Ayah dan Bunda lebih semangat mengaji di TPQ daripada di rumah?
Silakan bagikan pengalaman atau tips terbaik Anda di kolom komentar agar dapat menjadi inspirasi bagi keluarga Muslim lainnya.
Artikel Terbaru
Temukan artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan Anda dengan konten berkualitas kami.
Baca Artikel Terbaru