- Diposting oleh : Admin
- pada tanggal : Sabtu, Juli 25, 2026
Pengantar Penerjemah
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Mengenal Kitab Ta'limul Muta'allim
Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq at-Ta'allum merupakan salah satu karya klasik yang sangat dikenal di dunia pendidikan Islam. Sejak berabad-abad lalu, kitab ini menjadi pedoman bagi para penuntut ilmu dalam memahami adab, etika, dan metode belajar yang benar. Di berbagai pesantren di Indonesia, kitab ini termasuk di antara kitab yang paling banyak dipelajari karena kandungannya yang tetap relevan sepanjang masa.
Berbeda dengan kitab-kitab yang membahas suatu cabang ilmu tertentu, kitab ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter seorang penuntut ilmu. Imam Burhānuddīn Az-Zarnūjī menjelaskan bahwa keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh keikhlasan niat, adab kepada guru, kesungguhan, kesabaran, serta keberkahan yang menyertai proses menuntut ilmu.
Tujuan Penerjemahan
Terjemahan ini disusun dengan tujuan memudahkan pembaca memahami isi kitab tanpa menghilangkan nuansa bahasa aslinya. Oleh karena itu, setiap bagian disajikan secara berurutan dalam bentuk teks Arab, terjemah bahasa Indonesia, penjelasan faedah, serta mufradat penting agar pembaca dapat mempelajari makna sekaligus mengenal kosakata bahasa Arab yang digunakan oleh penulis.
Dalam proses penerjemahan, kami berupaya mempertahankan makna yang dimaksud oleh penulis sedekat mungkin dengan teks asli. Apabila terdapat ungkapan yang memerlukan penjelasan tambahan, keterangan tersebut disampaikan pada bagian faedah atau catatan tanpa mengubah isi matan kitab.
Kami menyadari bahwa hasil terjemahan ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan sebagai bahan perbaikan pada edisi-edisi berikutnya.
Semoga Allah SWT menjadikan ikhtiar sederhana ini sebagai amal saleh, memberikan manfaat bagi para penuntut ilmu, serta menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai ilmu yang diamalkan dan membawa keberkahan di dunia maupun di akhirat.
Muqaddimah Penulis
📖 Teks Arab
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَ بَنِي آدَمَ بِالْعِلْمِ وَالْعَمَلِ عَلَى جَمِيعِ الْعَالَمِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ يَنَابِيعِ الْعُلُومِ وَالْحِكَمِ، وَبَعْدُ.
🇮🇩 Terjemah
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji hanya milik Allah yang telah memuliakan Nabi Adam dengan ilmu dan amal, serta mengangkat derajat beliau di atas seluruh makhluk. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, pemimpin bangsa Arab maupun non-Arab, beserta keluarga dan para sahabat beliau yang menjadi mata air ilmu dan hikmah.
💎 Intisari
Imam Az-Zarnuji membuka kitabnya dengan memuji Allah SWT yang telah memuliakan manusia melalui ilmu dan amal, kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan para sahabat sebagai teladan serta sumber ilmu dan hikmah. Pembukaan ini menegaskan bahwa ilmu adalah karunia Allah yang harus dipelajari, diamalkan, dan diwariskan dengan adab yang mulia.
💡 Faedah
- Penulis membuka kitab dengan Basmalah sebagai adab dalam memulai karya ilmiah.
- Kemuliaan manusia terletak pada ilmu yang diamalkan.
- Shalawat kepada Nabi ﷺ merupakan tradisi para ulama dalam mengawali penulisan kitab.
🎓 Pelajaran yang Dapat Diambil
- Ilmu dan amal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu yang benar akan melahirkan amal, sedangkan amal akan menjadi sempurna dengan ilmu.
- Kemuliaan manusia di sisi Allah tidak diukur dari harta, kedudukan, atau keturunan, tetapi dari ilmu yang bermanfaat dan diamalkan.
- Mengawali setiap karya atau aktivitas dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ merupakan adab yang diwariskan oleh para ulama.
- Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan para sahabat merupakan teladan utama dalam menuntut, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu kepada umat.
- Menuntut ilmu hendaknya diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT dan sebagai upaya menjaga serta meneruskan warisan keilmuan Islam.
📚 Mufradat
| Arab | Arti |
|---|---|
| فَضَّلَ | Memuliakan |
| الْعِلْمُ | Ilmu |
| الْعَمَلُ | Amal |
| الْحِكَمُ | Hikmah |
| يَنَابِيعُ | Mata air, sumber |
📖 Tadabbur
Imam Az-Zarnuji tidak mengatakan bahwa Allah memuliakan manusia dengan harta, kekuasaan, atau keturunan. Beliau justru menegaskan bahwa kemuliaan itu diberikan melalui ilmu dan amal. Pesan ini mengingatkan setiap penuntut ilmu agar tidak menjadikan ilmu sebagai sarana mencari popularitas atau kebanggaan diri, tetapi sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama.
📖 Teks Arab
🇮🇩 Terjemah
Ketika aku melihat banyak penuntut ilmu pada zaman ini bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, namun mereka tidak memperoleh manfaat dan buahnya, yaitu mengamalkan ilmu dan menyebarkannya kepada orang lain.
Mereka terhalang dari manfaat tersebut karena menempuh jalan yang keliru dan meninggalkan syarat-syaratnya. Barang siapa salah menempuh jalan, maka ia akan tersesat dan tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan, sedikit ataupun banyak.
💎 Intisari
Imam Az-Zarnuji melihat banyak penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh belajar, tetapi tidak memperoleh manfaat dari ilmunya. Hal itu terjadi karena mereka menempuh cara yang keliru dan mengabaikan adab serta syarat-syarat dalam menuntut ilmu.
💡 Faedah
- Belajar saja belum tentu menghasilkan ilmu yang bermanfaat.
- Buah ilmu adalah diamalkan dan diajarkan.
- Menuntut ilmu memiliki adab dan metode yang harus ditempuh.
🎓 Pelajaran yang Dapat Diambil
- Kesungguhan dalam belajar saja tidak cukup; seseorang juga harus menempuh metode yang benar sesuai tuntunan para ulama.
- Buah ilmu yang sesungguhnya adalah diamalkan dalam kehidupan dan disampaikan kepada orang lain dengan penuh tanggung jawab.
- Adab, keikhlasan, dan kesabaran merupakan bagian penting dalam proses menuntut ilmu, bukan sekadar pelengkap.
- Menyimpang dari jalan yang benar dalam mencari ilmu dapat menghalangi seseorang dari memperoleh manfaat dan keberkahannya.
- Seorang penuntut ilmu hendaknya senantiasa mengevaluasi niat, metode, dan adab belajarnya agar tujuan menuntut ilmu dapat tercapai.
📚 Mufradat
| Arab | Arti |
|---|---|
| طُلَّابُ الْعِلْمِ | Para penuntut ilmu |
| يَجْتَهِدُونَ | Bersungguh-sungguh |
| مَنَافِعِهِ | Manfaatnya |
| ثَمَرَاتِهِ | Buahnya |
| الْمَقْصُودُ | Tujuan |
📖 Tadabbur
Tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar, menghadiri majelis ilmu, bahkan menguasai banyak pengetahuan. Namun, ilmu tersebut belum tentu membentuk akhlak, menambah ketakwaan, atau memberi manfaat bagi orang lain.
Imam Az-Zarnuji mengingatkan bahwa persoalannya bukan selalu pada kurangnya usaha, melainkan pada cara menempuh jalan ilmu. Ketika adab, keikhlasan, penghormatan kepada guru, dan metode belajar yang benar diabaikan, ilmu kehilangan keberkahannya.
Oleh sebab itu, setiap penuntut ilmu perlu bertanya kepada dirinya: Apakah ilmuku telah mengubah diriku menjadi lebih baik, atau hanya menambah apa yang aku ketahui?
📖 Teks Arab
🇮🇩 Terjemah
Maka aku berkehendak dan terdorong untuk menjelaskan kepada mereka jalan yang benar dalam menuntut ilmu, berdasarkan apa yang aku temukan di dalam kitab-kitab serta apa yang aku dengar dari para guruku yang memiliki ilmu dan hikmah.
Aku mengharapkan doa dari orang-orang yang membaca kitab ini dengan penuh keikhlasan, semoga Allah menganugerahkan kepadaku keberuntungan dan keselamatan pada Hari Pembalasan.
💎 Intisari
Imam Az-Zarnuji menjelaskan bahwa isi kitab ini bukan lahir dari pemikiran pribadi semata, melainkan disusun berdasarkan warisan ilmu para ulama yang beliau pelajari melalui kitab-kitab dan para guru. Beliau juga mengajarkan ketawadhuan dengan memohon doa dari para pembaca agar memperoleh keselamatan di akhirat.
💡 Faedah
- Ilmu yang benar dibangun di atas rujukan kitab-kitab para ulama dan bimbingan guru yang terpercaya.
- Tradisi keilmuan Islam menjunjung tinggi sanad, yaitu kesinambungan ilmu dari guru kepada murid.
- Seorang ulama tetap menunjukkan kerendahan hati dengan memohon doa kepada para pembacanya.
- Tujuan utama seorang muslim bukan hanya memperoleh ilmu, tetapi juga mengharap keselamatan dan keridaan Allah di akhirat.
- Keikhlasan menjadi syarat utama agar ilmu membawa manfaat dan keberkahan.
🎓 Pelajaran yang Dapat Diambil
- Belajarlah kepada guru yang memiliki kompetensi dan akhlak yang baik, sehingga ilmu yang diperoleh memiliki dasar yang kuat.
- Jangan merasa cukup hanya dengan membaca buku. Penjelasan guru sering kali menjadi kunci dalam memahami maksud penulis.
- Biasakan menghormati dan mendoakan guru serta para ulama karena mereka adalah perantara sampainya ilmu kepada kita.
- Saat menyampaikan ilmu kepada orang lain, hendaknya tetap rendah hati dan tidak merasa paling benar.
- Jadikan aktivitas belajar sebagai jalan menuju ridha Allah, bukan semata-mata untuk mencari kedudukan, popularitas, atau keuntungan duniawi.
- Biasakan memohon doa dari orang-orang saleh dan jangan enggan mendoakan sesama muslim, karena doa merupakan salah satu sebab datangnya keberkahan.
📚 Kosa Kata
| Bahasa Arab | Arti | |
|---|---|---|
| فَأَرَدْتُ | Maka aku berkehendak | |
| أَحْبَبْتُ | Aku ingin / aku menyukai | |
| أُبَيِّنَ | Menjelaskan | |
| طَرِيقَ التَّعَلُّمِ | Jalan atau metode belajar | |
| الْكُتُبِ | Kitab-kitab | |
| أَسَاتِيذِي | Asātīdzī | Guru-guruku |
| أُولِي الْعِلْمِ وَالْحِكَمِ | Orang-orang yang memiliki ilmu dan hikmah | |
| رَجَاءَ | Dengan mengharap | |
| الدُّعَاءِ | Doa | |
| الْمُخْلِصِينَ | Orang-orang yang ikhlas | |
| الْفَوْزِ | Keberuntungan, kemenangan | |
| الْخَلَاصِ | Keselamatan | |
| يَوْمِ الدِّينِ | Hari Pembalasan |
📖 Tadabbur
Imam Az-Zarnuji menunjukkan akhlak seorang ulama yang patut diteladani. Beliau tidak menulis kitab ini untuk mencari kemasyhuran atau menunjukkan keluasan ilmunya. Sebaliknya, beliau terdorong oleh keinginan untuk membimbing para penuntut ilmu agar menempuh jalan belajar yang benar, berdasarkan warisan ilmu yang beliau pelajari dari kitab-kitab para ulama dan bimbingan guru-gurunya.
Di akhir kalimatnya, beliau tidak meminta pujian ataupun penghormatan, melainkan memohon doa dari para pembaca yang ikhlas. Hal ini mengajarkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula kerendahan hatinya. Seorang alim menyadari bahwa ilmu adalah karunia Allah, sedangkan keberhasilan dan keselamatan di akhirat hanya dapat diraih dengan rahmat dan pertolongan-Nya.
Sebagai penuntut ilmu, sudah sepantasnya kita tidak hanya berusaha mencari ilmu sebanyak-banyaknya, tetapi juga menjaga adab kepada guru, menghargai para ulama yang telah mewariskan ilmunya, serta membiasakan mendoakan mereka. Dari adab inilah lahir keberkahan ilmu yang akan menerangi hati, memperbaiki amal, dan mengantarkan kepada keselamatan di dunia maupun di akhirat.
📖 Teks Arab
🇮🇩 Terjemah
Setelah memohon petunjuk kepada Allah Ta'ala melalui istikharah dalam penyusunan kitab ini, aku memberinya nama "Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq at-Ta'allum", yang berarti "Pedoman Bagi Penuntut Ilmu dalam Menempuh Jalan Belajar."
💎 Intisari
Sebelum menyelesaikan penulisan kitabnya, Imam Az-Zarnuji terlebih dahulu memohon petunjuk kepada Allah SWT. Setelah itu, beliau memberi nama kitab ini Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq at-Ta'allum, yang mencerminkan tujuan utama kitab, yaitu membimbing para penuntut ilmu agar mengetahui adab dan metode belajar yang benar.
💡 Faedah
- Setiap urusan penting hendaknya diawali dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT.
- Istikharah bukan hanya dilakukan ketika memilih suatu perkara duniawi, tetapi juga dalam urusan dakwah, pendidikan, dan penyusunan karya ilmiah.
- Nama sebuah kitab hendaknya mencerminkan isi dan tujuan pembahasannya sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
- Imam Az-Zarnuji menegaskan bahwa kitab ini bukan sekadar mengajarkan ilmu, tetapi mengajarkan jalan yang benar dalam memperoleh ilmu.
🎓 Pelajaran yang Dapat Diambil
- Biasakan melibatkan Allah SWT dalam setiap keputusan penting dengan memperbanyak doa dan memohon petunjuk-Nya.
- Jangan terburu-buru mengambil keputusan sebelum mempertimbangkannya dengan baik dan memohon bimbingan kepada Allah SWT.
- Dalam berkarya atau berdakwah, niatkan seluruh usaha sebagai bentuk ibadah kepada Allah, bukan semata-mata untuk memperoleh pujian manusia.
- Seorang penuntut ilmu hendaknya lebih memperhatikan proses dan adab belajar daripada sekadar mengejar banyaknya ilmu yang diperoleh.
- Pilihlah metode belajar yang benar, karena keberhasilan menuntut ilmu sangat dipengaruhi oleh cara menempuhnya.
📚 Kosa Kata
| Bahasa Arab | Arti |
|---|---|
| بَعْدَ | Setelah |
| اسْتَخَرْتُ | Aku memohon petunjuk (istikharah) |
| اللَّهَ تَعَالَى | Allah Yang Maha Tinggi |
| سَمَّيْتُهُ | Aku menamainya |
| تَعْلِيمُ | Pengajaran |
| الْمُتَعَلِّمِ | Penuntut ilmu |
| طَرِيقَ | Jalan |
| التَّعَلُّمِ | Proses belajar / menuntut ilmu |
📖 Tadabbur
Sebelum menulis kitab ini, Imam Az-Zarnuji terlebih dahulu memohon petunjuk kepada Allah SWT. Hal ini mengajarkan bahwa setiap urusan penting hendaknya diawali dengan doa dan ketergantungan kepada-Nya, bukan semata-mata mengandalkan kemampuan diri. Sebab, ilmu yang bermanfaat lahir dari hati yang ikhlas, usaha yang sungguh-sungguh, dan bimbingan Allah SWT.